Simplisitas dan PopNote

PopNewsApa yang pertama kali kamu pikirkan ketika berkunjung ke sebuah blog? Kecepatan membuka halaman? Keunikan isi dari blog tersebut? Tulisan-tulisan yang bagus? Tampilan yang menawan?

Simplisitas dan PopNote

Hei, sudah weekend! Menemani weekend kali ini, saya akan mengajak kamu untuk sekilas mengenalkan beberapa perubahan yang saya terapkan pada tampilan blog jurnal : PopNote, ini. Hahha, siap? Baiklah~

Oh iya, ada yang tau gak, sudah berapa kali saya menggonta-ganti tema pada PopNote? Hahha, mungkin karena terlalu sering mengganti tampilannya, jadi gak tahu ya~ Dan, tahukah kamu kalau tema yang sekarang ini : Twenty Eleven, juga pernah sebelumnya saya terapkan! Hihi~

Hmm, mengubah tampilan sebuah blog itu gampang-gampang-susah. Gampang karena tinggal cari tema yang bagus, dan klik tombol “Activate”. Susah karena kamu harus benar-benar memikirkan apa dampak dari penggunaan tema tersebut kedepannya. (ya ampun, ada dampaknya segala juga ya?)

Akhir-akhir ini, WordPress.com (selaku penyedia layanan blog ini) banyak meluncurkan tema-tema baru yang bagus-bagus. Dan saya sangat suka dengan tema-tema yang bergaya “bloggazine” (berbentuk kayak majalah) dan “minimal” (yang sederhana tapi elegan).

Dan sayangnya, tema-tema yang saya suka itu kebanyakan merupakan tema-tema “premium” (yang harus dibayar untuk mengaktifkannya). Hiks, padahal, kalau menerapkan tema-tema seperti itu, pasti tampilan PopNote bakal keren abis~ (ngayal mode:on)

Tapi, baiklah, gak usah dipikirkan lagi! Kamu tahu, sebelumnya blog ini menggunakan tema Nuntius, sebuah tema yang termasuk dalam kategori bergaya bloggazine. Nah, tadinya saya suka banget tuh dengan tema itu, tapi, ada satu hal yang terasa ‘mengganjal’…

Pada bagian halaman utama, terdapat fitur showcase untuk featured post. Dan asal kamu tahu, notes yang saya jadikan featured post tersebut adalah notes-notes terbaru. Tapi, banyak teman-teman saya mengira kalau notes yang ada di featured post itu adalah notes lama yang di-sticky!

Huaaah, parahnya lagi, mereka malah mengira kalau notes terbaru itu adalah yang berada di bawah featured post tersebut!!! *jedotin kepala ke tembok* Hiks, hiks, sebegitu parah ‘kah menerapkan tema sebagus bloggazine pada PopNote? *nangis di pojokan*

Dan beberapa hari kemarin, saya mulai mencari dan mencoba berbagai tema yang cocok di PopNote. Beberapa tema seperti Mystique dan Twenty Eleven yang dulu juga pernah saya terapkan juga saya coba lagi. Pada akhirnya, saya memutuskan untuk memilih tema ini, Twenty Eleven.

Mengapa Twenty Eleven? Jawabannya mudah, karena ini adalah tema yang ‘sederhana‘, alias gak neko-neko. Sekarang, yang saya cari adalah ‘simplisitas‘, sebuah kesederhanaan. Lagi pula, tema ini memiliki showcase-template yang menambah kesan kesederhanaan tersebut~

Setelah selama 3 hari menyempurnakan tampilan PopNote, maka inilah hasilnya :

1. Header dan Favicon Blog

Header dan Favicon Blog

Hehe, kali ini saya membuat PopNote menjadi 3 bagian warna : Hitam, Putih, dan… Pink! Hahha, bukan karena saya ‘girly’, tapi, dari semua warna yang saya coba untuk menyatu ke dalam 2 warna favorit saya (Hitam dan Putih), ya cuma warna Pink ini~

Oh iya, setiap membuat header (kepala halaman) dan favicon (logo) saya selalu menggunakan software pengolah gambar gratisan yang bersifat open-source : GIMP. Kalau menurut saya pribadi, cara penggunaan GIMP lebih mudah daripada CorelDraw, apalagi Photoshop~

Berkesan ‘menggantung‘ dan muncul dari atas, header yang saya rombak berulang-ulang ini akhirnya selesai kemarin. Ada sekitar 5-6 header yang saya buat untuk kali ini, dan header terakhir inilah yang akhirnya saya terapkan~

2. Gravatar, Twitter, & Tulisan Terkini (utama)

Gravatar, Twitter, & Tulisan Terkini (utama)

Untuk memudahkan pembaca PopNote mengenal saya, saya menampilkan profil singkat Gravatar dan tweet-tweet dari akun Twitter saya di bagian sidebar. Foto pada gravatar bisa diklik untuk melihat profil lengkap saya di situs Gravatar.com~

Dan di kanannya merupakan konten utama dari PopNote : Tulisan Terkini (utama). Notes yang terpajang di sini beratribut lengkap, seperti ada gambar pembuka, link bagikan, jumlah like, kategori, jumlah komentar, dan tag-tag~

3. Tulisan Terkini (lainnya)

Tulisan Terkini (lainnya)

Nah, sedikit berbeda dari yang di atas, setelah menampilkan Tulisan Terkini (utama), di bawahnya terdapat lagi 5 Tulisan Terkini (lainnya), lengkap dengan jumlah balasan (komentar) pada tulisan tersebut.

4. Footer Widget

Footer Widget

Tema ini mendukung 3 footer widget (widget pada bagian bawah blog). Dan ketiganya saya isi dengan widget yang paling bermanfaat. Pertama, saya isi dengan 2 widget berbentuk dropdown : Kategori Notes (untuk mencari notes berdasarkan pada kategori tertentu) dan Arsip Bulanan (untuk mencari notes yang terbit pada bulan tertentu).

Kedua, widget Yang Sedang Membaca (untuk mengetahui berapa orang yang sedang berkunjung ke blog ini) dan Total Kunjungan (untuk mengetahui sudah berapa banyak kunjungan ke blog ini). Dan ketiga, adalah widget untuk Berlangganan Notes via email.

Hmm, saya rasa cukup tur kita kali ini~ Jadi, bakal lebih mudah dan menyenangkan bukan kalau kamu berkunjung lagi ke PopNote~ Terima kasih sudah membaca~

Salam – Agung Rangga

15 gagasan untuk “Simplisitas dan PopNote

  1. Ping-balik: Dark Cherry « PopNote

  2. Aku jg demen ganti2 theme wordpress. Sebulan sekali deh. Pengennya sih mencoba satu2 theme gratisan yg ada, hehehe. Theme faveku, biasanya pake yg bs customize header. Tp sekarang lg pengen yg simpel jd ga pake header. Walo tetep main color for the blog-nya bs diganti…..*tettuppp initinya nyari yg bs diganti2 :P *

  3. haha iya seringnya tema yang paling pas ternyata berbayar… tapi manakah yang lebih baik, beli tema yang kalo di rupiahkan bisa ratusan ribu, atau beli hosting+domain dan bisa download tema-tema gratis?

  4. Saya sendiri baru dua kali berganti thema. Beberapa kali mencoba mencari thema yang baru selalu aja ada yang kurang sreg. Sekalinya nemu yang cocok, eh, ternyata thema berbayar. Jadinya gigit jari, deh.

Komentar ditutup.